Logo Urbanest Inn
HOME | ABOUT US | LOCATION | GALLERY | NEWS | CONTACT | SPECIAL OFFER | BOOKING NOW

 

Awal tahun 2021, dunia penerbangan tanah air dikejutkan dengan tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Pesawat yang melayani rute Jakarta – Pontianak jatuh di Kepulauan Seribu Jakarta beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta.

Bagi kamu yang sering menggunakan moda transportasi pesawat terbang, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah yang sering digunakanan dalam dunia penerbangan, seperti take off (lepas landas), landing (mendarat). Selain istilah tersebut, kamu juga mesti mengetahui istilah critical eleven.  Apa itu critical eleven?

Dilansir dari situs FlightSafety.org, critical eleven ini adalah 11 menit paling kritis dalam penerbangan. Karena kurun waktu sebelas menit ini menentukan selamat atau tidaknya penerbangan. Dijelaskan dalam Flight Safety.org, masa sebelas menit paling krusial ini dibagi menjadi dua. Ketika 3 menit setelah landas dan 8 menit sebelum mendarat atau saat akan landing. Dalam masa critical eleven ini awak kokpit (pilot dan kopilot) harus benar-benar fokus dalam menangani instrument flight control yang ada didalam kokpit.

Perlu diketahui  statistik mencatat bahwa 80 persen kecelakaan pesawat terjadi pada rentang waktu sebelas menit tersebut.

Untuk tanda critical eleven, ketika 3 menit lepas landas tanda sabuk pengaman berhenti menyala. Kemudian waktu 8 menit krusial berikutnya ditandai dengan tanda sabuk pengaman menyala dan awak kabin memberi pengumuman jika pesawat akan segera mendarat.

Untuk itu, awak kokpit selalu memberi instruksi kepada para penumpang seperti mematikan ponsel, menutup meja, menegakkan sandaran kursi, membuka tirai jendela, dan menggunakan sabuk pengaman. Aturan-aturan ini diberikan untuk mendukung jalannya evakuasi apabila kondisi darurat dan juga menunjang keselamatan penerbangan.

Ketika tiba-tiba musibah terjadi, penumpang hanya mempunyai waktu 90 detik atau satu setengah menit untuk keluar dari pesawat.

Satu emergency exit di kabin, didesain untuk mengevakuasi sekitar 65 orang dalam waktu 90 detik tadi. Menegakan sandaran kursi ataupun menutup meja apalagi di saat panik, dapat menghabiskan waktu 10 detik, dan di saat evakuasi, 1 detik itu sudah masalah hidup dan mati.

Maka biasakan untuk menegur jika ada penumpang yang tidak menegakan sandaran kursi & menutup meja

Tidak hanya itu, dalam penerbangan di malam hari, lampu kabin juga pasti diredupkan. Kenapa? Alasannya sama, karena dalam waktu 90 detik semua penumpang harus keluar maka tidak ada waktu yang boleh terbuang. Di saat mata terbiasa melihat terang kemudian lampu mati, pasti butuh beberapa waktu supaya mata bisa adaptasi dengan pencahayaan yang gelap, maka dari itu lampu sengaja diredupkan supaya mata tidak perlu adaptasi lagi disaat ada emergency landing. Selain itu, ketika di masa 11 kritis ini penumpang juga disarankan untuk tidak tidur, mendengarkan musik. Tujuannya agar penumpang bisa mendengarkan instruski dari awak kabin.

Nah, penting sekali kan info di atas, apalagi bagi kita yang sering bepergian menggunakan pesawat. Jadi ikutilah apa yang dikatakan para kru pesawat ya demi keselamatan kita bersama.

Buat kamu yang akan liburan ke Bali dan menggunakan moda transportasi pesawat, selalu taati intruksi dari kru pesawat ya.  Jika kamu memutuskan untuk datang ke Seminyak, jangan lupa untuk memilih akomodasi tipe private villa sebagai tempat menginap. Dengan sewa private villa kamu akan merasa lebih aman dan nyaman. Urbanest Inn Villa Seminyak, terletak hanya 1,1 km dari pusat kota dan 8 km dari bandara Ngurah Rai. Dengan lokasinya yang nyaman, Urbanest Inn Villa Seminyak menawarkan akses mudah ke destinasi yang wajib dikunjungi di kota Seminyak. Sewa private villa di Urbanest Inn Villa Seminyak akan membuat liburan kamu lebih berkesan dan menyenangkan. Segera hubungi bagian sales representative untuk mendapatkan penawaran terbaik di 081293978618 atau kunjungi langsung laman website www.urbanestinn.co.id